header.png

Pendidikan Guru Sekolah Dasar

Pendirian Program studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Sekolah Tinggi Ilmu Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Bina Mutiara Sukabumi diharapkan dapat memenuhi kebutuhan tenaga pendidik di kabupaten Sukabumi. Program studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Sekolah Tinggi Ilmu Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Bina Mutiara Sukabumi dikembangkan dengan memperhatikan karakteristik pendidikan yang dibutuhkan masyarakat dan pembangunan Kabupaten Sukabumi. PGSD STKIP Bina Mutiara Sukabumi mengembangkan berbagai teori, pendekatan, dan perangkat analisis dari berbagai disiplin ilmu pendidikan, dimana pelaksanaan kurikulum diarahkan untuk mengintegrasikan teori, konsep dan pendekatan ilmiah dengan realitas permasalahan dan juga praktek ilmu pendidikan dan keguruan. Dengan kurikulum tersebut para mahasiswa program studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) STKIP Bina Mutiara Sukabumi diharapkan dapat memiliki wawasan dalam ilmu keguruan dan ilmu pendidikan yang memadai serta mampu mengidentifikasikan, merancang, memilih alternatif dan mengimplementasikan berbagai kebijakan dalam pendidikan.

Berdasarkan penjelasan di atas, Program studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Sekolah Tinggi Ilmu Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Bina Mutiara Sukabumi mempunyai visi:

“Menjadi Program Studi unggulan di STKIP Bina Mutiara Sukabumi yang mampu menghasilkan Guru Sekolah Dasar handal dan profesional yang memiliki keunggulan intelektual dan spiritual, berbudaya dan berjati diri.”

Kompetensi lulusan disesuaikan dengan visi dan misi program studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Bina Mutiara Sukabumi yaitu menciptakan sumber daya pendidikan yang handal, berilmu, beriman serta berbudaya dan berjati diri yang menguasai ilmu keguruan dan ilmu mendidik dengan memanfaatkan metode dan teknologi yang relevan serta mampu mengembangkan dan menerapkan ilmu pendidikan bagi calon guru sekolah dasar. Serta peka terhadap perkembangan pendidikan serta memiliki daya saing yang tinggi. Kegiatan pendidikan guru sekolah dasar (PGSD) diarahkan pada kompetensi lulusan yang mampu mengembangkan konsep dan modal-modal pembelajaran secara baik, kreatif, inovatif dan berkomitmen tinggi untuk kemajuan ilmu pengetahuan dan kemaslahatan kehidupan.

 

KURIKULUM

Kurikulum program studi PGSD STKIP Bina Mutiara Sukabumi disusun selama 8 semester dengan sebaran mata kuliah didesain sedemikian rupa, sebanyak 145 SKS. Kurikulum yang digunakan pada program studi PGSD Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Bina Mutiara Sukabumi disusun mengacu pada standar nasional pendidikan untuk setiap program studi. Mata Kuliah yang ditempuh mahasiswa dikelompokan menjadi:

  1. Mata Kuliah Pengembangan Kepribadian (MPK);
  2. Mata Kuliah Keilmuan dan Keterampilan (MKK);
  3. Mata Kuliah Prilaku Berkarya (MPB);
  4. Mata Kuliah Keahlian Berkarya (MKB); dan
  5. Mata Kuliah Berkehidupan Bermasyarakat (MBB).

Setiap mata kuliah dari setiap kelompok diberi bobot tertentu yang disebut Satuan Kredit Semester (SKS) yang ditentukan berdasarkan relevansi, kedekatan karateristik, dan kedalaman kajian mata kuliah yang bersangkutan.

 

SISTEM PEMBELAJARAN

Sesuai dengan pedoman akademik yang dirancang oleh Tim Kurikulum PGSD STIKIP Bina Mutiara, penyelenggaraan belajar mengajar dilakukan dengan sistem satuan kredit semester, baik untuk kuliah teori maupun praktikum, dalam bentuk tatap muka langsung di bawah pembinaan dosen penanggung jawab, dilaksanakan selama 14 sampai 16 minggu untuk setiap semester. Kegiatan pembelajaran mencakup kegiatan kuliah di kelas, responsi, observasi lapangan, latihan, dan simulasi, serta praktik lapangan. Kegiatan pembelajaran di PGSD dibina oleh dosen yang sesuai dengan bidang keahliannya. Pendalaman mata kuliah, di luar jam kuliah dilakukan dalam bentuk responsi. Kuliah praktikum dilakukan di laboratorium dan lapangan kerja yang relevan dengan bidang ilmunya yakni ke lembaga-lembaga pendidikan sekolah, luar sekolah, lembaga pemerintahan maupun swasta yang berada di lingkungan Depdiknas maupun di luar Depdiknas.

Pendidikan dilakukan melalui kombinasi antara sistem pembelajaran tatap muka biasa dengan Sistem Pembelajaran Mandiri (self instruction). Sistem pembelajaran mandiri dilakukan dengan cara mempelajari Bahan Belajar Mandiri (BBM) tercetak (printed materials). Penerapan model belajar yang diterapkan dalam sistem ini adalah model hybrid learning, yaitu kegiatan belajar mandiri dan terbimbing dengan menggunakan bahan belajar berbentuk cetak, audio visual dan web/internet, masih dipertimbangkan hingga saat ini dengan alasan masih terbatas sarana dan prasarana, namun ke depan hal ini akan bisa dilaksanakan dan memungkinkan mahasiswa memiliki kemampuan tambahan berupa kemampuan menggunakan komputer sebagai pengolah kata dan data, juga memiliki kemampuan mencari informasi dan berkomunkasi melalui internet. Hal ini tentunya akan sangat bermanfaat ditengah meningkatnya penggunaan sarana komunikasi internet di Indonesia saat ini.

 

PROSPEK LULUSAN

Kabupaten Sukabumi merupakan daerah yang masih kekurangan guru sekolah dasar. Diperkirakan kebutuhan akan guru ini mencapai 1000 orang. Angka ini tentunya akan terus bertambah, mengingat adanya guru yang tiap tahunnya telah masuk ke dalam masa pensiun. Seperti diungkapkan ole Kementerian Pendidikan Nasional (Kemendiknas) dalam kurun waktu 2010-2014, terdapat kurang lebih 171.109 guru PNS di SD dan SMP pensiun. Jika ditarik lagi hingga 2020, tercatat ada 400 ribu lebih guru yang pensiun. Dunia pendidikan tentunya akan mengalami ancaman paceklik guru PNS.

Selain menjadi guru, lulusan STKIP Bina Mutiara juga dapat menjadi tenaga profesional di berbagai Instansi pemerintah maupun swasta, seperti di dinas pendidikan, departemen agama, lembaga pendidikan swasta, yayasan yang bergerak di bidang pendidikan dll.